#5 Catatan Muhammad Ayyas tentang Sholat Shubuh
Problematika Sholat shubuh idientik dengan bangun kesiangan, ketiduran, malas bangun, dan sebagainya. Lalu Pernahkah kamu sholat shubuh kesiangan? Lalu bagaimana perasaan kamu? Biasa aja atau merasa sangat merugi karena tertinggal waktu shubuh? (silakan dijawab dengan hati). Berikut ini saya kutip bagaimana perasaan seorang Muhammad Ayyas ketika ia tertinggal sholat Shubuh. (baca dan renungkan)
Pagi itu Muhamamd Ayyas merasakan kesedihan luar biasa. Ia merasa kehilangan sesuatu yang paling berharga yang ia miliki. Ia merasa hatinya seperti telah copot dan kepalanya mau lepas dari tubuhnya. Dunia terasa suram dan kelam. Ia merasa menjadi manusia paling berdosa di atas muka bumi ini. Pagi itu Ayyas bangun kesiangan. Ia sholat shubuh tidak tepat pada waktunya. Ia merasakan musibah yang luar biasa. Ia meyesal bahwa dirinya bagaikan kerbau bodoh yang mendengkur sampai matahari terbit. Kerbau bodoh yang tidak bangun sholat shubuh ketika hamaba-hamba Allah yang sholeh sama rukuk dan sujud kepada. Ia menyesali kelemahan dirinya sendiri. Ternyata kekuatan cintanya kepada Allah belumlah dahsyat. Buktinya, kekuatan cintanya kepada Allah belum mampu membangunkannya untuk terjaga dan sujud kepada Allah. Dirinya ternyata masih jauh dibandingkan orang-orang sholeh yang mampu menjaga keisiqomahan sholat tepat pada waktunya sampai akhir hayatnya. Ia merasa sangat berdosa kepada Allah Ta’ala dan ia merasa tidak bisa menggantinya dengan cara apa pun. Air mata Ayyas meleleh.
Ayyas teringat wasiat seorang sahabat Nabi, Abu Bakar Ash Shidiq ra. menjelang wafatnya kepada Umar bin Khatabb ra.
“Aku wasiatkan kepadamu semoga kau mau menerimanya. Sesungguhnya Allah memiliki hak pada malam hari yang tidak diterima ketika dilaksanakan siang hari. Demikian juga Allah memiliki hak pada siang hari yang tidak diterima jika dilakukan pada malam hari. Sesungguhnya Allah tidak akan menerima amalan sunnah sebelum sebelum melaksanakan amalan wajib.”
Ayyas dicekam rasa ketakutan sekaligus kesedihan. Ia takut kalu sholat shubuhnya yang dilakukan tidak pada waktunya sama sekali tidak diterima oleh Allah Ta’ala. Jika sholat shubuhnya tidak diterima Allah, bagaimana nasibnya kelak di akhirat? Ia selalu ingat, sholat adalah amal kebajikan pertama kali yang kelak akan dihitung oleh Allah. Nabi Muhammad SAW. Menjelaskan jika sholat seorang hamba dinilai baik oleh Allah maka baiklah seluruh amal perbuatannya dan jika sholatnya dinilai buruk oleh Allah, maka buruklah seluruh amal perbuatannya.
Di atas sajadahnya Ayyas beristigfar dan menangis seraya berdoa
“ Ya Allah harus bagaimana hamba menebus dosa ini? Ampunilah kekhilafan hambaMu ini ya Allah. Karuniakan kepada hamba kenikmatan sholat tepat pada waktunyasampai akhir hayat ya Allah. Ya Allah tolong hambaMu yang lemah ini untuk selalu mengingatMu untuk selalu bersyukur kepadaMu dan untuk selalu beribadah sebaik mungkin kepadaMu”
Bagaimana? Luar Biasa bukan??? (Dan aku pun termenung akan kelalaian sholatku selama hidupku). Sungguh Sholat itu sangatlah berat, kecuali bagi orang-orang yang beriman!
Yuk ciptakan gerakan SAW (Sholat Awal Waktu) dalam agenda-agenda harian kita! Oh iya jangan lupa Rawatibnya.... sebagai pemanis sholat fardhu! Alah bisa karena biasa nanti lama-lama jadi kebiasaan! Yup yup yup ^.^
(Bumi Cinta/185-188)
