08 Mei 2011

Jiwa dan Raga yang Lemah
Kelemahan-kelemahan yang dialami umat islam baik dari  segi kapasitas intelektual maupun Problematika moral yang dijabarkan oleh Ustaz M. Ihsan Arliansyah Tanjung dalam tulisannya yang  berjudul Ahwal ul-Muslim al Yaum, dapat kita lihat berdasarkan hadits  Rosulullah
Dari Said Al-Khudri, dari Nabi saw bersabda:” Kamu pasti akan mengikuti sunah perjalanan orang sebelummu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta hingga walaupun mereka masuk lubang biawak kamu akan mengikutinya”. Sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah saw apakah mereka Yahudi dan Nashrani”. Rasul saw menjawab, ”Siapa lagi!” (H.R. Bukhari dan Muslim)h
Hadits di atas menyiratkan bahwa inilah salah satu faktor timbulnya kelemahan-kelemahan yang ada dalam diri umat islam saat ini. Keadaan dimana mungkin sudah sangat terasa dan mungkin nyaris atau bahkan sudah terkena. Saat ini Umat islam mengikuti apa-apa yang orang Yahudi dan Nasrani lakukan.  Hal-hal tersebut bisa dilihat dari berbagai tata kehidupan saat ini, contoh dalam kehidupan sosial seperti cara berpakaian yang U can see (anda bisa lihat ‘aurat’) lah, pergaulan bebas lawan jenis lah, makanan cepat saji, dan berbagai “kebudyaan” umat yahudi dan nasrani lainnya yang sangat jauh dari tata kehidupan umat islam. Sehingga umat Islam saat ini hanya sekadar Islam KTP, praktiknya umat islam nol besar dan sunnah Rosulullahpun perlahan-lahan ditinggalkan. Tak ada teladan sesempurna teladan Rosulullah. Namu ironis umat islam lebih suka dengan artis-artis sebagai idola sampai mengikuti gayanya, rela berkorban bedesak-desakan demi melihat sang idola hingga pingsan atau bahkan ada  fakta menyebutkan sesorang meninggal dunia karena kekurangan nafas, sekali lagi hanya demi untuk melihat sang idola. Sunguh Ironis.
Selain  itu dari kehidupan ekonomi pun sudah terlihat, bagaimana budaya riba merajalela. Walaupun saat ini mulai berjamur sistem syariah dalam perekonomian namun belum bersifat murni syariah tapi hal ini bisa menjadi motivasi tentunya. Berupaya Membuktikan bahwa sistem  islam itu  sangat sesuai dengan kehidupan. Aspek kehidupan lainya terlihat dari kehidupan politik. Politik saat ini terlihat sangat busuk dan bobrok karena Sitem yang dipakai adalah sekuler. Sistem yang memisahlan antara politik dan agama. Inilah politik ala Yahudi dan Nasrani.
 Dari tata kehidupan sosial,ekonomi dan politik yang sudah mengekor atau bahkan melebur dengan tata kehidupan Yahudi dan nasrani. Sehingga muncullah kelemahan-kelemahan umat islam yang sudah ditulis oleh Ustadz Ihsan.
Kategori kelemahan Pertama adalah kelemahan dalam kapasitas intelektual (Al Jahlu) dan kelemahan dalam problematika moral (Maradun Nafs)
1.             Lemah dlam pendidikan
Hal ini terkait dengan sarana tarbiyah yang sanagt kurang memuaskan. Mugkin bisa disebabkan anak-anak sekarang lebih suka menonton film, main game online atau sekadar nongkrong dibanding ikut tarbiyah. Masalah ketersediana sekolah islam yang masih sedikit dan tidak semuanya menyajikan islam dan tarbiyah dengan baik mungkin terlihat dari banyaknya sekolah yang berstatus internasional ataupun emebel-embel  global islamic tapi isinya lebih menekankan pada aspek dunia. Namun tak dipungkiri beberapa sekolah atau lembaga sudah memiliki tarbiyah yang baik namun masih sangat sedikit.

2.            Lemah dalam Ilmu pengetahuan
Hal ini sangat berhubunagn erat dengan ketersediaan sarana pencetak kader yang memiliki tsaqofah islamiyah dan bekal IP yang memadai. Sehingga orang –orang  yang terlihat datang dari orang yang kurang memiliki tsaqofah islamiyah. Maka umat islam sangat tertinggal dalam perkembangan IP dan teknologi.

(bersambung)
Percaya Diri Yuk!
Ada beberapa hal yang unik terjadi mengenai hasil seseorang yang melakukan konsep diri dengan baik. Hal yang menarik itu adalah orang yang pintar tetapi ketika terjun dalam masyarakat dia kurang sukses dan seseorang yang pintarnya rata-rata mampu sukses dalam masyarakat. Orang yang sukses adalah orang yang telah berhasil mengkonsep dirinya dengan baik. Karena konsep diri itu sendiri adalah mempersepsi diri sendiri dan mempengaruhi sikap positif maupun negatif seseorang.
Ada dua hal mengenai konsep diri, yaitu
1.     Aku diri ( aku apa yang aku pahami)
2.    Aku sosial ( aku apa yang dipahami orang lain)
3.    Aku idela (aku apa yang aku inginkan)
Salah  satu jalan menuju konsep diri yang baik adalah dengan membangun rasa percaya diri atau “pede”. Percaya diri itu adalah seseorang yang memiliki sifat bertangung jawab terhadap keputusan,mudah beradaptasi, termotivasi, bekerja keras, berani, realitas,yakin pada peran yang dijalaninya, menghargai diri secara positif, optimis, yakin akan kemampuan dan pribadi yang meyenangkan. Sedangkan pribadi yang tidak Percaya diri memiliki sifat yaitu menyalahkan orang lain, suka menunda-nunda waktu, membuang waktu untuk membuat keputusan, hanya menunggu kesempatan, tidak berani mengeluarkan ide-ide dan tidak bisa menunjukkan kemampuan diri. Lebih banyak dimana kah sifat-sifat kita? Si PD atau Si Tidak PD.
Jika kamu merasa masih kurang PD, berikut ini beberapa tips cara meningkatkan Percaya Diri
·         Jujur dan objektif
·         Melakukan segala sesuatunya dengan persiapan
·         Mengintrol pikiran
·         Tidak Su’udzon
·         Memiliki impian
·         Mampu memacu motivasi
·         Cuek akan omongan orang lain
·         Memprovokasi diri dengan ungkapan penyemangat
Berdasarkan tips-tips di atas hal yang terpenting adalah janganlah kita melulu memikirkan kekurangan diri tetapi fokuslah pada kelebihan diri.